Glenn Fredly mengenal dunia tarik suara sejak usia 4 tahun. Lahir dan besar di lingkungan yang erat dengan musik, membawanya masuk ke industri musik sejak usia belia saat ia bergabung dengan Funk Section, kala itu ia yang masih duduk di kelas 2 SMA mulai dikenal orang karena suara khas nya lewat lagu “Pantai Cinta” dan “Terpesona”.

Setelah 3 tahun bersama Funk Section, Glenn Fredly akhirnya memutuskan untuk menjadi penyanyi solo dengan memilih genre musik R&B soul, yang kala itu belum banyak diminati oleh masyarakat, namun suara indahnya mampu menarik perhatian bahkan mengenalkan genre musik R&B soul lebih dalam ke seluruh lapisan masyarakat. Kala itu lagu “Kau” dan “Cukup Sudah” melejit mencuri perhatian para pencinta musik Indonesia.

Perjalanan kariernya terus menanjak, salah satu momen yang berkesan adalah saat meluncurkan album bertajuk “Selamat Pagi Dunia“ yang melahirkan banyak hits, sebut saja lagu “Januari” yang sampai kini masi membekas di ingatan kita semua. Sejak itu banyak pintu terbuka baginya, tak hanya di industri musik, Glenn Fredly mulai memasuki industri film untuk mengisi soundtrack, film “Cinta Silver” di 2005 dan “Filosofi Kopi” di 2015, dan lalu mendapat kesempatan untuk memproseduri beberapa film Indonesia seperti “Cahaya dari Timur”, “Surat dari Praha” dan “Tanda Tanya”.

Glenn Fredly juga tergabung dalam grup musik Trio Lestari sejak 2011 bersama dengan Sandy Sandhoro dan Tompi. Kini, setelah hampir 25 tahun perjalanan karirernya di blantika musik tanah air, Glenn Fredly memiliki misi untuk berperan aktif dan pengelolaan dan perlindungan terhadap talenta dan karya, di tahun 2018 ia menggagas sebuah konferensi musik pertama di Indonesia bertajuk Konferensi Asosiasi Musik Indonesia (KAMI) untuk merangkul semua pihak yang terkait di industri musik Indonesia untuk menciptakan suatu ekosistem yang sehat bagi kemajuan industri musik tanah air.